MALINAU – Paguyuban Pasundan Malinau memastikan akan tampil all out dalam perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Malinau ke-26 sekaligus Irau ke-11 yang akan digelar pada 7–21 Oktober 2025 mendatang.
Selaku Plh Ketua Umum atau Ketua 1 Paguyuban Pasundan Malinau, Rury Ahmad Sururie menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan dua agenda utama dalam penampilan seni dan budaya Sunda, baik pada siang maupun malam hari.
Untuk siang hari, Paguyuban Pasundan Malinau akan membawakan:
1. Prosesi Adat Tarawangsa dan Kaulinan Barudak Sunda, ditutup dengan Tari Jaipong.
Menurut Rury, Tarawangsa merupakan prosesi adat Sunda bernuansa sakral yang menggambarkan rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki dan kehidupan. Sementara Kaulinan Barudak Sunda akan menghadirkan permainan tradisional anak-anak sebagai simbol keceriaan, kebersamaan, dan pelestarian warisan leluhur. Penampilan ditutup dengan Tari Jaipong yang penuh semangat, mencerminkan keindahan seni tari Sunda yang dinamis dan menghibur.
Sedangkan untuk malam hari, Paguyuban Pasundan Malinau akan menampilkan:
2. Kolaborasi Jaipong dan Silat Cimande Satria Lodaya.
Kolaborasi ini memadukan keanggunan tari Jaipong dengan keteguhan seni bela diri tradisional Cimande. Harmoni kelembutan seni dan ketegasan silat diharapkan memberikan tontonan yang menghibur sekaligus mendidik.
“Insya Allah persiapan sudah berjalan dengan baik. Berbagai kebutuhan untuk pameran dan penampilan sebagian besar didatangkan langsung dari Bandung hasil donasi warga Sunda. Antusiasme warga sangat luar biasa untuk menyemarakkan Irau tahun ini,” jelas Rury.
Paguyuban Pasundan Malinau akan menampilkan kurang lebih 50 orang pemain. Kegiatan ini terwujud berkat partisipasi warga Sunda yang selalu menjunjung tinggi nilai kebersamaan dengan prinsip silih asah, silih asih, silih asuh.
Adapun untuk pameran, Paguyuban Pasundan Malinau mengusung tema:
“Ngamumule Budaya Sunda, Ngawujudkeun Rasa Kadeudeuh di Tanah Intimung.”
(“Melestarikan Budaya Sunda, Mewujudkan Rasa Cinta di Tanah Intimung.”) ra











