banner 728x250

Ngaliwet Dadakan Warnai Syukuran Milangkala ke-10 Paguyuban Pasundan Malinau

banner 120x600
banner 468x60

Malinau, Minggu 20 April 2025 – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti kegiatan syukuran sederhana dalam rangka Milangkala (Milad) ke-10 Paguyuban Pasundan Malinau yang digelar siang ini pukul 14.00 WITA di kolam pemancingan Kang Otang. Acara tersebut dikemas dalam bentuk ngaliwet bareng atau makan liwet bersama sebagai simbol kebersamaan, kekeluargaan, dan rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi ini selama satu dekade.

Paguyuban Pasundan Malinau berdiri dan tumbuh menjadi wadah kebersamaan warga Sunda yang berdomisili di Kabupaten Malinau. Selama 10 tahun, paguyuban ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, hingga turut serta mendukung program-program pemerintah daerah. Ketua 1 Paguyuban Pasundan, Rury Ahmad Sururie, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjalanan ini adalah hasil kerja bersama dan semangat guyub yang terus dijaga.

> “Syukuran kali ini memang sederhana, tapi maknanya sangat dalam. Ini bukan sekadar makan bersama, tapi mempererat silaturahmi, menjaga kekompakan, dan mengenang perjalanan panjang organisasi yang kini sudah berusia 10 tahun,” tutur Rury.

Lebih lanjut, Rury menegaskan bahwa Paguyuban Pasundan siap ambil bagian dalam event Irau Malinau 2025, untuk turut memperkenalkan dan melestarikan seni, budaya, serta kuliner khas Sunda di tengah keberagaman budaya di Kalimantan Utara.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua 2, para sesepuh, serta penasehat paguyuban Kang Otang, yang turut mendukung kegiatan ngaliwet ini. Menariknya, menu liwet kali ini dimasak langsung oleh koki kebanggaan warga Sunda yang kebetulan bertugas di perbatasan Pamtas RI–Malaysia, menjadikan momen ini semakin spesial dan penuh kehangatan.

Rury berharap ke depan, lebih banyak warga Sunda yang bisa hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan paguyuban.

> “Mudah-mudahan tahun-tahun berikutnya semakin banyak warga Sunda yang ‘ngariung mumpulung’, bersama-sama membesarkan eksistensi Paguyuban Pasundan Malinau. Kita harus jaga kekompakan, karena dari kebersamaan itulah kita kuat,” ungkapnya.

Dengan suasana penuh kekeluargaan, canda tawa, dan aroma liwet yang menggoda, perayaan milangkala ini menjadi momentum yang membangkitkan semangat kebersamaan dan cinta budaya tanah leluhur di tanah rantau. ( Ra )

Dok : Paguyuban Pasundan Malinau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *