banner 728x250

KEMPO MALINAU TAMPIL DOMINAN, SABET JUARA UMUM BUPATI MALINAU CUP 2026

Oplus_16908288
banner 120x600
banner 468x60

MALINAU, GEMA KALTARA – Kejuaraan Cabang Olahraga (Cabor) Beladiri Shorinji Kempo Bupati Malinau Cup 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari, 6–8 Agustus 2026. Kejuaraan ini menjadi ajang kompetisi sekaligus tolok ukur kesiapan atlet Shorinji Kempo Kalimantan Utara menghadapi agenda olahraga tingkat provinsi.

Sebanyak 75 peserta dari lima kabupaten/kota se-Kalimantan Utara ambil bagian dalam kejuaraan yang mempertandingkan 25 nomor pertandingan tersebut. Kelima daerah yang mengirimkan atlet yakni Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Bulungan, dan Kota Tarakan.

Ketua Umum Perkemi melalui Diansen, SE, M.Si, selaku Pengurus dan Pelatih Kempo Malinau, mengatakan kejuaraan tersebut menjadi momentum penting untuk mengukur kemampuan dan perkembangan atlet Shorinji Kempo di Kalimantan Utara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dilaksanakan secara bersamaan dengan pembukaan sejumlah cabang olahraga lainnya oleh Bupati Malinau. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi Shorinji Kempo sebelum memasuki rangkaian pertandingan.

Jalannya pertandingan dipimpin oleh Dewan Hakim Arbitrase Sensi Suprayogi, yang merupakan anggota Majelis Dewan Guru PB Perkemi. Pertandingan juga disaksikan langsung oleh Ketua KONI Malinau sekaligus Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus, MM, MH.

Malinau Keluar sebagai Juara Umum Dominasi tuan rumah terlihat dari hasil akhir perolehan medali. Kabupaten Malinau berhasil keluar sebagai Juara Umum Bupati Malinau Cup 2026 setelah mengoleksi 11 medali emas, 10 perak, dan 6 perunggu.

Posisi kedua ditempati Kabupaten Nunukan dengan raihan 4 emas, 3 perak, dan 7 perunggu. Sementara Kabupaten Bulungan berada di posisi ketiga dengan perolehan 4 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.

Selanjutnya, Kabupaten Tana Tidung mengoleksi 2 emas, 6 perak, dan 6 perunggu, sedangkan Kota Tarakan meraih 2 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.

Secara keseluruhan, dalam kejuaraan tersebut diperebutkan 23 medali emas, 23 medali perak, dan 25 medali perunggu.

Diansen menegaskan, keberhasilan pelaksanaan kejuaraan tidak hanya diukur dari hasil perolehan medali, tetapi juga dari semangat sportivitas, kebersamaan, dan persaudaraan yang terbangun antaratlet dari lima kabupaten/kota.

«“Kegiatan ini berjalan dengan lancar berkat dukungan berbagai pihak dan semangat seluruh peserta. Hasil kejuaraan ini sebagai gambaran kesiapan Cabor Shorinji Kempo menuju PORPROV II di Kabupaten Malinau,” ujar Diansen.»

Ia berharap kejuaraan tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet sekaligus mempererat persaudaraan keluarga besar Shorinji Kempo di Kalimantan Utara.

«“Kami berharap kejuaraan ini semakin memperkuat persaudaraan sekaligus meningkatkan prestasi Shorinji Kempo di Kalimantan Utara umumnya dan Kabupaten Malinau khususnya nanti,” pungkasnya.»

Dengan berakhirnya Bupati Malinau Cup 2026, hasil pertandingan diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi masing-masing daerah dalam mempersiapkan atlet terbaiknya menuju PORPROV II Kalimantan Utara di Kabupaten Malinau. Kejuaraan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan olahraga beladiri Shorinji Kempo di Kaltara terus berkembang dan memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *