Media Gema Kaltara Ngopi Santai Bersama Sekjen DPP Persadaku, Bahas Kepedulian terhadap Putra Daerah Kaltara
MALINAU — Media Gema Kaltara berkesempatan ngopi santai bersama Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persadaku, Lato Agus Kristian, dalam sebuah perbincangan yang membahas perjalanan awal berdirinya Persadaku, kepedulian terhadap masyarakat, serta harapan terhadap pembangunan Kalimantan Utara.
Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Lato Agus Kristian menceritakan bahwa lahirnya Persadaku tidak terlepas dari keprihatinan terhadap kondisi masyarakat dan keinginan untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi putra daerah dalam mengambil bagian dalam pembangunan di Kalimantan Utara.
Menurutnya, Kalimantan Utara saat ini berada pada fase penting dalam perjalanan pembangunan. Sejumlah proyek strategis nasional dan berbagai program pembangunan mulai masuk dan berkembang di wilayah Kaltara. Kondisi tersebut dinilai harus menjadi momentum bagi masyarakat lokal, khususnya putra daerah, untuk mendapatkan kesempatan yang lebih luas, baik dalam bidang ketenagakerjaan, usaha, maupun pengembangan ekonomi masyarakat.
“Persadaku lahir dari kepedulian. Kita ingin putra daerah tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berperan dan mendapatkan manfaat dari pembangunan yang berlangsung di Kalimantan Utara,” ujar Lato Agus Kristian.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah seharusnya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan investasi, tetapi juga harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran proyek-proyek besar harus mampu membuka lapangan pekerjaan, mendorong tumbuhnya pelaku usaha lokal, serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi.
Berangkat dari Kepedulian Sosial
Lebih jauh, Lato menjelaskan bahwa Persadaku juga dibangun atas dasar kepedulian terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Masih terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian, pendampingan, serta dukungan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Karena itu, Persadaku berupaya membangun gerakan sosial yang dapat menjadi bagian dari solusi dengan mengedepankan semangat kebersamaan, kepedulian, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
Ia menilai organisasi masyarakat tidak semestinya hanya hadir ketika ada kepentingan tertentu, tetapi harus mampu menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan berbagai pemangku kepentingan.
Mengkritisi Kebijakan yang Tidak Pro-Rakyat
Dalam perbincangan tersebut, Lato Agus Kristian juga menyampaikan keprihatinannya terhadap sejumlah sikap maupun kebijakan yang menurut pandangannya belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Ia menegaskan, kritik terhadap kebijakan bukanlah bentuk perlawanan terhadap pemerintah Atau Pengusaha, melainkan bagian dari fungsi kontrol sosial agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kita tidak alergi terhadap kritik. Justru kritik dan masukan harus menjadi bagian dari proses pembangunan. Yang kita harapkan adalah kebijakan yang benar-benar pro-rakyat, transparan, adil, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Menurut Lato, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi apabila terdapat kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan atau belum memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Namun demikian, penyampaian aspirasi harus tetap dilakukan secara konstruktif, santun, dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
Putra Daerah Harus Menjadi Bagian dari Pembangunan
Persadaku, lanjut Lato, ingin mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa putra daerah memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan Kalimantan Utara.
Pembangunan Kaltara yang semakin berkembang harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal. Masyarakat perlu diberikan akses terhadap pendidikan, pelatihan, kesempatan kerja, pengembangan usaha, serta ruang untuk berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan.
“Jangan sampai pembangunan berjalan begitu pesat, tetapi masyarakat lokal justru tertinggal. Kita ingin pembangunan itu tumbuh bersama masyarakat,” katanya.
Ia berharap ke depan pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen daerah dapat membangun sinergi yang lebih kuat.
Menurutnya, persoalan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi dan komunikasi yang terbuka agar kepentingan masyarakat dapat terakomodasi dengan baik.
Menjaga Kaltara Tetap Kondusif
Di tengah pesatnya pembangunan dan masuknya berbagai investasi ke Kalimantan Utara, Persadaku juga menaruh perhatian terhadap pentingnya menjaga stabilitas sosial serta kondusivitas daerah.
Lato menilai masyarakat harus mampu menjadi mitra kritis pemerintah/ Pengusaha. Artinya, masyarakat dapat memberikan kritik dan menyampaikan aspirasi, namun tetap menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban.
“Perbedaan pandangan itu biasa. Yang terpenting bagaimana kita tetap menjaga Kaltara agar kondusif dan bersama-sama memastikan pembangunan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Ngopi santai bersama Media Gema Kaltara tersebut menjadi ruang dialog yang tidak hanya membahas perjalanan Persadaku, tetapi juga menggambarkan keresahan sekaligus harapan terhadap masa depan Kalimantan Utara.
Semangat yang ingin dibangun Persadaku adalah bagaimana masyarakat, khususnya putra daerah, dapat mengambil posisi sebagai pelaku pembangunan, bukan sekadar menjadi penonton di tengah perubahan besar yang sedang berlangsung di Bumi Benuanta.
Gema Kaltara — Mengawal Informasi, Menyuarakan Aspirasi
Jhs.GM
















